Desa Budo, Minahasa Utara – 19 November 2025.
Kegiatan sosialisasi penyadartahuan kawasan wisata konservasi sukses diselenggarakan di Desa Budo, Kecamatan Wori, Minahasa Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pelatihan dan uji kompetensi penyadartahuan masyarakat mengenai sumber daya laut dan pesisir yang diikuti oleh para peserta pelatihan, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara.

Sambutan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dr. Ir. Tienneke Adam, M.Si)
Acara ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara, Dr. Ir. Tienneke Adam, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran semua pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan konservasi laut.
“Kita semua harus kolektif menjaga kawasan konservasi. Desa Budo sudah sangat berkembang sebagai destinasi wisata, sehingga kelestarian lingkungannya wajib dijaga bersama,” tegasnya.
Pada kegiatan tersebut termuat juga Materi sosialisasi menitikberatkan pada urgensi menjaga kawasan konservasi yang menjadi aset berharga bagi masyarakat, baik dari aspek wisata, ekologi, maupun keberlanjutan pemanfaatan sumber daya laut. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi zona inti, zona pemanfaatan, serta pengenalan jenis-jenis ikan yang dilarang untuk ditangkap guna menjaga keseimbangan populasi di kawasan konservasi.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi langsung kepada masyarakat agar mereka memahami bagaimana aturan dan pengelolaan zona konservasi dapat mendukung kesejahteraan melalui wisata berkelanjutan dan praktik perikanan yang bertanggung jawab.
Tiga Aktivitas Utama untuk Penguatan Kapasitas Masyarakat Sosialisasi di Desa Budo dikemas dalam tiga bentuk aktivitas utama yang interaktif, yaitu:
- Penyampaian Materi Wisatawan Berkelanjutan

Penyampaian Materi dari Bapak Sonny Tasidjawa
Mengulas prinsip-prinsip pengelolaan wisata yang tidak merusak lingkungan serta peran masyarakat dalam menjaga kualitas destinasi konservasi.
- Permainan Edukasi “Yuk Tangkap Ikan”

Permainan edukasi “Yuk Tangkap Ikan”
Sebuah permainan pembelajaran yang menggambarkan dinamika pemanfaatan sumber daya ikan, sekaligus menekankan pentingnya aturan penangkapan dan batasan kawasan.
- Penjaringan dan Identifikasi Kebutuhan Masyarakat

Penjaringan dan identifikasi kebutuhan masyarakat
Dilakukan melalui diskusi kelompok untuk menggali kebutuhan dan masukan dari masyarakat terkait penguatan pengelolaan kawasan konservasi di Desa Budo.
25 Peserta Terlibat, Mewakili Berbagai Elemen Masyarakat
Sebanyak 25 peserta dari berbagai kelompok masyarakat Desa Budo turut berpartisipasi aktif, antara lain:
- Kelompok Pengawasan Masyarakat (POKMASWAS)
- Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS)
- Ibu-ibu Pelaku UMKM
- Karang Taruna
Keterlibatan lintas kelompok ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga kawasan konservasi sebagai aset desa yang bernilai ekologis, sosial, dan ekonomi.

Penjaringan dan identifikasi kebutuhan masyarakat
Komitmen Bersama untuk Masa Depan Konservasi Desa Budo
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta pelatihan dan masyarakat Desa Budo diharapkan semakin memahami peran strategis mereka dalam menjaga kawasan wisata konservasi. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.
Sosialisasi ini sekaligus menegaskan bahwa upaya menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang bergantung pada keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut.
Editor/Penulis : Aksara Raya