Seremoni Penanaman
Tondano, 6 Desember 2025 — Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Sam Ratulangi (HIMILTAH UNSRAT) melaksanakan kegiatan penanaman 1.500 pohon di Desa Toulour, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari refleksi peringatan Hari Tanah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Desember, sekaligus menjadi rangkaian syukuran atas usia organisasi yang telah memasuki tahun ke-9 pada 30 November 2025.
Pelaksanaan penanaman pohon ini bertujuan untuk mendukung upaya rehabilitasi lingkungan dan memperkuat ekosistem hijau di kawasan sekitar Danau Tondano, khususnya di wilayah Desa Toulour. Dengan semakin meningkatnya tekanan lingkungan di area danau, aksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemulihan kualitas lingkungan dan keberlanjutan ekosistem setempat.

Ketua HIMILTAH UNSRAT, Michael Wenas, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan komitmen jangka panjang organisasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kegiatan penanaman ini bukan sekadar agenda tahunan dalam rangka Hari Tanah Sedunia. HIMILTAH berkomitmen untuk memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh optimal melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang akan dilakukan setiap tiga bulan,” ujarnya.
Adapun jenis pohon yang ditanam terdiri dari mangga, tabebuya, sirsak, dan matoa, yang dipilih berdasarkan nilai ekologis serta potensinya dalam mendukung peningkatan tutupan hijau di kawasan tersebut. Melalui keberagaman jenis tanaman ini, HIMILTAH UNSRAT berharap dapat memberikan dampak positif terhadap fungsi lingkungan, keseimbangan ekosistem, serta kualitas udara di area penanaman.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif anggota HIMILTAH dari berbagai angkatan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan sebagai kontribusi nyata dalam pelestarian sumber daya alam. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum bagi organisasi untuk mempertegas perannya dalam mendukung program-program konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
PENULIS/EDITOR : Aksara Raya