Dies Natalis PMHU-SULUT XX
Dua puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ia adalah jejak waktu yang dipenuhi perjuangan, kebersamaan, dan pengorbanan dari banyak generasi yang telah mengabdikan pikiran, tenaga, dan hatinya bagi perjalanan organisasi ini.
Dalam momentum ini, kita mengangkat tema “Hibualamo: Spirit of the Main Road.” Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah refleksi tentang nilai, arah, dan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
Dalam filosofi Hibualamo, rumah besar bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah ruang pertemuan bagi banyak orang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh nilai persaudaraan, saling menghormati, dan kebersamaan. Di dalamnya, setiap orang belajar memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpisah, melainkan dasar untuk saling melengkapi.
Sementara itu, “main road” melambangkan jalan utama kehidupan yang harus ditempuh bersama. Sebuah jalan yang tidak selalu mudah, tetapi selalu memberi arah bagi mereka yang berjalan dengan tujuan yang sama: membangun masa depan yang lebih baik serta melahirkan kader-kader yang kritis dan bertanggung jawab.
Tema ini mengingatkan kita bahwa perjalanan organisasi bukan hanya tentang struktur, jabatan, atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, organisasi adalah ruang untuk menjaga semangat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan terus berjalan bersama di jalan utama perjuangan.
Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendiri, para senior, dan seluruh anggota yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ini. Tanpa dedikasi dan cinta dari kalian semua, organisasi ini tidak akan sampai pada usia dua puluh tahun seperti hari ini.
Di usia yang ke-20 ini, PMHU bukan sekadar rumah; ia adalah jalan besar tempat manusia kembali belajar menjadi saudara.
Di sanalah langkah-langkah peradaban bermula—
dari satu pintu menuju banyak hati,
dari satu rumah menuju satu kemanusiaan.
Akhir kata, sebagaimana ungkapan leluhur yang selalu mengingatkan kita:
“Nanga dodagi manyonyata sababu ma giki moi wo tuda nanga ngeko marabaka.”
Yang berarti: Berjalanlah di jalan yang benar, karena Tuhan selalu menuntun di setiap langkah yang kita pijak.
OLEH: VARLEN MANGETEKE