Di lorong gelap antara satu dan waktu,
Aku menemukan jejakmu,
Seperti bisikan yang menolak mati,
menguntit denyut nadiku hingga retak.
Kita bukan lagi dua jiwa yang saling mencari,
melainkan dua luka yang diam-diam saling memilih.
Di kedalaman sunyi itu, namamu menjadi bayangan yang memeluk lebih erat daripada cahaya.
Aku merelakan diriku jatuh,
Sebab gelap yang kau bawa
Terasa lebih jujur dari siang mana pun.
Dan bila waktu ingin memisahkan, Biarlah ia mencoba-
Sebab kita telah terikat di tempat yang tak terjamah,
di antara satu dan selamanya.
-Bbma